February 18, 2013

Tamparan Sang Ulama


Suatu sore, ada seorang pemuda yang meminta kepada orangg tuanya untuk mencari seorang Guru agama yg bs menjawab 3 pertanyaannya


Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Ulama: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda: Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya
Ulama: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan Takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba2 Ulama tersebut Menampar pipi si pemuda degan keras (sambil menahan sakit)
Pemuda: Kenapa anda marah kepada saya?
Ulama: Saya tidak marah
Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti!
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit!
Ulama: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya!
Ulama: Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda: Saya tidak bisa!
Ulama: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Ulama: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak!
Ulama: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak!
Ulama: Itulah yg dinamakan Takdir! Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: kulit!
Ulama: Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit!
Ulama: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Sakit
Ulama: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
(sang pemuda manggut-manggut,.. dalam hati dia berpikir,,, "boleh juga ulama ini",... secepat kilat 'sesuatu' melintas di pikirannya... dia melangkah mendekati sang Ulama dengan harapannya besar...)
Ulama: Cobalah berpikir lebih luas dan lebih dalam lagi akan hidupmu, jika engkau masih tidak menemukan jawabanmu, maka cukup Imanilah jangan banyak berpikir!

Semoga bermanfa'at....

No comments:

Post a Comment