July 8, 2013

Film Edukasi Yang Menginspirasi



Berbagai film muncul di pasaran, baik itu jenis kartun, action, comedy, horror maupun drama. Para sutradara film berlomba-lomba membuat film terbaiknya guna meraih berbagai kepuasan, entah itu kepuasan akan hasil karyanya, maupun penghargaan dari hasil karya nya, entah berupa materi atau penghargaan dari para penontonnya. Tetapi ada film-film tertentu yang dibuat dapat menginspirasi banyak penontonnya. Beikut ini, beberapa film dengan tema edukasi yang mungkin menginspirasi banyak orang :


Stand and Deliver (1987)
Film klasik yang menggambarkan pentingnya peran guru dalam masyarakat saat ini. Pesan yang dapat ditangkap adalah: bahwa seorang guru tidak pernah percaya bahwa siswa tidak dapat belajar. Edward James Olmos, dalam kisah nyata ini, berperan sebagai Jaime Escalante, seorang guru yang memiliki set view yang jauh lebih tinggi terhadap konsep pendidikan yang revolusioner, hingga usahanya mampu membuat muridnya lulus ujian AP Calculus. Lihat saja filmnya untuk melihat sisi menarik lainnya.

Dangerous Minds (1995)
Film ini menceritakan tentang pengajaran Bahasa Inggris di suatu sekolah di sebuah kota yang keras. Louanne Johnson, guru bahasa Inggris yang dapat meraih simpati siswa-siswinya melalui perhatian dan pemahaman yang mendalam, yang sebelumnya dicap sebagai the "unteachable" students. Dangerous Minds mengajarkan kita tentang pentingnya membuat pilihan kita sendiri dan tidak membiarkan keadaan menjadi raja yang terus menghantui masa depan kita. Kaitannya dengan bahasa inggris, Film ini banyak mengajarkan kepada penonton bahwa mengajar bahasa bukan semata suatu pengajaran teknis, tetapi juga pengajaran rasa, karena bahasa adalah suatu alat komunikasi antar manusia yang indah dan tidak ada bandingannya.

Mr Holland's Opus (1995)
Film ini sangat berkesan dan memberikan semua guru harapan dan pemikiran bahwa sesungguhnya mereka benar-benar berdampak pada siswa mereka. Richard Dreyfuss adalah adalah seorang musisi / komposer yang harus mengambil pekerjaan sebagai pengajar untuk mendukung ekonomi keluarganya.

Dead Poets Society (1989)
Berpikirlah kreatif dan buatlah sesuatu yang luar biasa. Inilah cerminan pelajaran dari film yang dibintangi oleh Robin Williams sebagai John Keating, seorang guru sastra yang mengajarkan cara berpandangan yang lain lewat keindahan puisi. Beda dengan yang lain bukanlah berarti harus menjadi pemberontak yang merusak dan bebas tanpa aturan. Bebas ialah berani keluar dari aturan baku yang justru mengekang dan kreatif ialah menciptakan pandangan dan cara yang segar.

With Honors (1994)
Film drama komedi ini mengisahkan tentang seorang Monty Kessler yang diperankan oleh Brendan Fraser. Seorang mahasiswa jurusan pemerintahan di Universitas Harvard yang termasuk golongan mahasiswa cerdas, rajin dan terhormat. Jelang ujian tesis, Monty mengalami mimpi buruk semua mahasiswa, malfungsi hard disk komputer yang menghilangkan semua data. Monty hanya memiliki satu kopian naskah cetak, yang sekali lagi sialnya, terjatuh di lubang sistem pemanas di bawah tanah perpustakaan. Tesis tersebut diselamatkan oleh seorang gelandangan yang tinggal di bawah tanah perpustakaan bernama Simon B Wilder (Joe Pesci). Simon mengajukan syarat akan mengembalikan tesisnya selembar demi selembar atas ganti setiap perbuatan baik Monty kepadanya. Pada akhirnya Monty mendapat pelajaran paling berharga yang tak dapat diraih oleh gelar apapun: peri kemanusiaan.

To Sir With Love (1967)
Film ini bercerita tentang Sidney Poitier. Certa di dalamnya banyak memberi inspirasi buat kita tentang bagaimana mengajar pada masa kini. Poitier mengambil posisi mengajar di sebuah sekolah di pinggiran London yang keras guna melunasi tagihan hutangnya yang menumpuk. Menyadari bahwa murid-muridnya perlu diajarkan pelajaran hidup yang lebih penting daripada kurikulum yang telah ada, dia melempar keluar semua rencana pembelajaran konvensional yang telah ia susun dan membuat pengaruh yang nyata dan luar biasa terhadap kehidupan pribadi para muridnya itu. Hmmm, Very inspiring!

Taare Zameen Par (2007)
Film ini menceritakan seorang anak bernama Ishaan Nandkishore Awasthi, seorang anak berusia delapan tahun yang tidak menyukai sekolah yang selalu gagal dalam ujian. Di sisi lain, Ishaan memunyai dunia yang penuh keajaiban yaitu negeri ajaib penuh dengan warna dan binatang animasi. Seni, meskipun tidak ada yang menyadari hal ini pada awalnya.

Setelah mengetahui kondisi masalah Ishaan, orang tua Ishaan memutuskan bahwa anaknya harus dikirim ke sekolah asrama. Di Asrama, Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan) ditunjuk sebagai guru seni sementara. Tidak seperti guru-guru lain yang mengikuti norma-norma yang ada dalam mendidik anak-anak, Ram membuat mereka berpikir keluar dari buku-buku, di luar empat dinding kelas dan imajinasi mereka. Setiap anak di kelas merespon dengan antusiasme yang besar kecuali Ishaan. Ram kemudian berusaha untuk memahami Ishaan dan masalah-masalahnya. Dia membuat orang tua dan guru Ishaan lainnya menyadari bahwa Ishaan bukan anak yang abnormal, tetapi anak yang sangat khusus dengan bakat sendiri.

Pesan yang ingin disampaikan Aamir Khan (sutradara) dalam kisah ini setiap anak adalah pahlawan selain itu membantu kita melihat seorang anak dalam diri kita sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna tak peduli apa posisi dia dalam masyarakat, setiap anak dengan kemampuan mereka adalah khusus dan berbakat dengan cara mereka sendiri. Film ini bukan hanya tentang penderitaan anak disleksia (adalah sebuah kondisi ketidakmampuan untuk belajar dikarenakan tidak mampu mengolah kata) tetapi juga tentang bagaimana orangtua terbawa oleh perkembangan dunia saat ini dan gagal untuk memahami mimpi anak mereka dan mengembangkan bakat bawaan mereka.

Laskar Pelangi (2008)
Film fenomenal yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini memang pantas disematkan bukan saja sebagai salah satu film Indonesia yang memberikan pendidikan, namun juga sebagai film Indonesia terbaik. Banyak sekali pelajaran yang diberikan dari kisah Ikal dan kawan-kawannya itu. Bagaimana perjuangan pantang menyerah mereka menuntut ilmu yang akan menjadi modal untuk lepas dari kemiskinan yang ironisnya terjadi di pulau penghasil timah terbesar di Indonesia (hal yang sama terjadi seperti Denias di Papua). Sangat ironis pula bahwa hingga 40 tahun setelah latar waktu di novel dan film ini, masih banyak kita saksikan gedung dan bangunan sekolah dengan kondisi memprihatinkan seperti sekolah Muhammadiyah yang dikelola oleh Ibu Muslimah itu.

3 Idiots (2009)
Film 3 idiots menceritakan sebuah kisah persahabatan 3 orang mahasiswa teknik mesin di India yang memulai jenjang kuliahnya di universitas nomor 1 di negerinya. Dikisahkan 3 orang ini bernama Rancho, Farhan, dan Raju. Farhan dan Raju adalah mahasiswa biasa yang nilainya pun pas-pasan. Sedangkan dikisahkan seorang Rancho adalah seorang mahasiswa yang jenius dan selalu mengaplikasikan ilmu yang telah dia dapat sebelum maupun saat dia pelajari sewaktu kuliahnya. Dalam sebuah kesempatan, Rancho, mengkritik sistem pengajaran yang dilakukan di dalam kampusnya. Mr. Viru tidak terima dengan kritikan Rancho, dan sejak saat itu, sang rektor yang bergelar “Virus” menjadi peran antagonis dalam film ini.

Sebuah kritik yang dilontarkan Rancho adalah bahwa universitas ICE (Imperial College Engineering) yang dia dan kawan - kawannya dialami hanya menghasilkan insinyur - insinyur yang hanya pintar bicara, tidak ada topik mengenai penemuan baru tiap harinya, tidak ada penemuan baru yang dihasilkannya tiap tahun, dan metode pengajaran yang mengarahkan mahasiswanya untuk mendapatkan nilai sangat bagus, namun belum tentu bisa mengaplikasinya ilmunya tersebut. Bahkan hanya menghasilkan lulusan yang nantinya bekerja pada perusahaan asing, dengan gaji besar, namun tidak memajukan bangsanya sendiri.

Miracle Worker (2001)
Film ini tergolong film yang lama rilis nya. Meskipun tidak sepenuhnya bertema di bidang edukasi, film ini menceritakan seorang pengajar yang mengajar seorang anak berkebutuhan khusus (buta, tuli, dan bisu). Awalnya sang anak tidak bisa mandiri dan hanya tergantung orang tua, selain itu sang anak juga tidak mampu berkomunikasi secara simbolis, tetapi berkat sang guru, sang anak akhirnya mampu berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan isyarat tangannya, dan dapat bersekolah.

Film-film di atas hanya sebagian dari banyak film edukasi yang menginspirasi. Semoga bermanfaat.

2 comments:

  1. wah kerenn... :D
    mau download filmnya dlu ah

    ReplyDelete
  2. bandar Togel sgp yang paling aman

    Agen TOGEL 4DPOIN,Online Terpercaya.
    Minimal Deposit Dan Withdraw 20.000
    Keterangan Lebih Lanjut, Anda Bisa Hubungi Disini.
    ? Pin BBM : D1A279B6
    ? Pin BBM : 7B83E334
    ? Whatsapp : +85598291698
    ? Skype : Poin.4D
    ? Line : +85598291698

    ReplyDelete