December 8, 2012

Manfaat Sholat Bagi Jasmani


Sholat fardhu merupakan ibadah wajib dan utama yang dilakukan umat islam. Selain sholat fardhu, ada juga sholat sunnah. Tetapi tahukah anda, sebenarnya sholat dalam gerakannya sangat bermanfaat bagi kesehata tubuh kita.

1. Takbiraotul Ihram
“Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas yang sejajar dengan bahu atau dengan telinga,” ( lihat : HR Bukhori dari Abdullah bin ‘Ummar ,ra ). Takbir ini dilakukan juga ketika hendak ruku’, ketika bangkit dari rukuk, dan setelah bangkit dari tahiyat awal.


Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening ( limfe ), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung yang berada di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah yang kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan di dekapkan pada bagian dada, sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Rasulullah SAW, pun mengangkat kedua tangannya ketika akan sujud. Apa maknanya ? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar dengan bahu atau sejajar dengan telinga, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk di alirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

2. Ruku’
” Ruku’ lah dengan tenang dan tuma’ninah “. Ketika ruku’ , Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut ( HR Bukhori dari Sa’ad bin abi Waqqash ) . Apa maknanya ? Ruku’ yang di lakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang ( sebagai syaraf sentral manusia ) beserta aliran darahnya. Ruku’ pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan ruku’. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.


Ruku’ yang sempurna di tandai tulang belakang yang lurus, sehingga bila di letakkan segelas air di atas punggung tersebut tidak akan tumpah, posisi kepala lurus dengan tulang belakang, gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan serta fungsi tulang belakang ( Corprus Vertebrae ) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpuh pada lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, ruku’ adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostat dapat di cegah.

3. I’tidal
” Lalu bangunlah engkau hingga berdiri tegak.” Apa maknanya ? Saat berdiri dari ruku’ dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga pada bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba – tiba.


4. Sujud
” Selepas itu sujudlah dengan tenang.” Apa maknanya ? Bila di lakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau ke kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, pundak dan hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat di minimalisasi.


Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5. Duduk antara 2 sujud
” Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.” Apa maknanya ? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistim elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari–jari kaki.


Iftirosy ( tahiyat awal ) dan tawarru’ ( tahiyat akhir ), perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus ischiadius, posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria, sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( uretra ), kelenjar kelamin pria ( prostate ) dan saluran vas deferens. Jika di lakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.

6. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal, untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.



Nah sekarang, ! sampai kapan kita menunda–nunda untuk mengerjakan sholat, padahal dalam sholat itu terdapat sangat banyak sekali manfaatnya bagi kita di dunia dan di akhirat kelak. Apa kita masih meragukan perintah dan larangan Allah SWT kepada kita, yang notabene hanya untuk kebaikan kita semua, karena begitu sayangnya Allah SWT kepada kita melebihi ibu kandung kita sendiri.

Tetapi dari itu semua
Kerjakan sholat semata-mata ibadah sebagai bentuk penghambaan seorang hamba pada Allah. Mengerjakan sesuai sempurna sesuai syariat, karena pada saat itulah saat kita menghadapkan ruh dan raga kita kepada sang Pencipta, Allah SWT.

No comments:

Post a Comment